Laman

Cari Blog Ini

Memuat...

Kamis, 07 Maret 2013

Tanda dan Gejala Penyimpangan Dari Keadaan Normal pada kehamilan


Mengidentifikasikan  Tanda  dan  Gejala  Penyimpangan  Dari Keadaan  Normal pada kehamilan

2.3.1. Mual/muntah
Pasti  tidak  diketahui,  mungkin  disebabkan:
·           Perubahan hormonal (peningkatan kadar hcG, estrogen/progesterone, gula darah rendah).
·           Kelebihan asam gastric/asam klorida.
·           Peristaltic lambat (mengakibatkan estrogen dan progesterone meningkat)
·           Perubahan dalam metabolisme.
·           Pembesaran uterus.
·           Faktor emosional yang labil.
·           Alergis (sekresi corpus luteum, antigen dari ayah, “keracunan histamin”).
Cara meringankan/mencegah
·           Hindari bau atau faktor penyebab.
·           Makan porsi kecil tapi sering, bahkan setiap 2 jam.
·           Makan biskuit kering atau roti bakar sebelum bangun pagi.
·           Makan sesuatu yang manis (permen) atau minuman (jus buah) sebelum tidur malam dan sesudah bangun pagi.
·           Duduk tegak setiap kali selesai makan.
·           Hindari makanan yang berminyak dan berbumbu merangsang.
·           Makan-makanan kering dan minum diantara waktu makan.
·           Bangun dari tidur secara perlahan dan hindari melakukan gerakan secara tiba-tiba.
·           Hindari menggosok gigi setelah makan.
·           Istirahat sesuai dengan kebutuhan dengan mengangkat kaki dan kepala agak ditinggikan.
·           Hirup udara segar, pastikan cukup udara di dalam rumah.
Terapi          
Gunakan obat-obatan hanya bila tindakan secara non farmakologis gagal dan hanya untuk jangka pendek, misalnya:
1.    Antihistamine : dimenhydrinate, doxylamine succinate.
2.    Metoclorpramide hydrochloride.
3.    Hindari buclizine. Meclizine (bersifat teratogenik).
4.    Jika berat : terapi vitamin B6.
5.    Keterangan lebih lanjut hubungi dokter.

Tanda-tanda bahaya
·           Pertambahan berat badan (BB) yang tidak memadai.
·           Kehilangan BB yang sidnifikan.
·           Malnutrisi.
·           Hiperemesis gravidarum (mual muntah yang berlebihan selama kehamilan).
·           Dehidrasi.
·           Ketidakseimbangan elektrolit.
·           Pastikan tidak ada appendicitis dan pancreatitis.
2.3.2.     Ptyalism  (Salivasi/  Kelenjar  Liur  yang  Berlebihan)
·           Hal ini meningkat sejak 2-3 minggu usia kehamilan dan berhenti saat persalinan.
·           Patogenesis tidak diketahui, mungkin disebabkan oleh :
1.    Meningkatnya keasaman mulut oleh asupan pati yang akhirnya  menstimulasi kelenjar salivary untuk meningkatkan sekresi.
2.    Ptyalism sering juga menimbulkan mual, sehingga ibu hamil sering menghindari makan.
Pengobatan
Gunakan pencuci mulut astringent, permen karet, permen yang keras.


2.3.3.     Fatique  (Kelelahan)  Selama  Trimester I
·           Penyebab tidak diketahui. Mungkin berhubungan dengan penurunan laju metabolisme basal pada awal kehamilan.
·           Efek dari fatique yaitu meningkatnya intensitas respon psikologi wanita selama waktu ini.
Cara meringankan atau mencegah
·           Yakinkan bahwa hal ini normal terjadi dalam kehamilan.
·           Dorong ibu untuk sering beristirahat.
·           Aktivitas sedang dan nutrisi yang baik dapat emngurangi kelelahan.
                          Terapi          
·           Tidak perlu memberikan obat-obatan.
·           Suplemen vitamin dan zat besi dapat membantu untuk kesehatan.
Tanda-tanda bahaya
·           Terdapat gejala anemia (lelah, konjungtiva mata pucat dll).
·           Ketidakmampuan untuk melakukan kegiatan/ aktivitas sehari-hari.
·           Tanda dan gejala depresi.
·           Tanda dan gejala adanya infeksi atau penyakit kronis.
2.3.4.     Pica (Ngidam  Makanan)
·         Mungkin berkaitan dengan persepsi individu wanita mengenai apa yang bisa mengurangi mual dan muntah.
·         Indra pengecap menjadi tumpul sehingga mencari makanan yang lebih merangsang.
·         Tidak seharusnya menimbulkan kekhawatiran asal cukup bergizi dan makanan yang diidamkan bukan makanan yang tidak baik.
2.3.5.     Sakit  Punggung  Bagian  Atas
·           Terjadi pada trimester I kehamilan.
·           Penyebab: meningkatnya ukuran dan volume payudara yang merupakan salah satu tanda presuratif kehamilan.
·           Pembesaran mungkin menghasilkan ketegangan otot jika payudara tidak cukup ditopang.
·           Cara mengurangi : gunakan bra yang pas dan menopang.
2.3.6.     Sakit  Punggung  Bagian  Bawah
·           Terjadi pada trimester kedua dan ketiga kehamilan.
·           Dasar anatomis dan fisiologis :
o     Kurvatur dari vertebra umbosacral yang meningkat saat uterus terus membesar.
o     Spasme otot karena tekanan terhadap akar syaraf.
o     Kadar hormon yang meningkat, sehingga cartilage didalam sendi-sendi besar menjadi lembek.
o     Keletihan.
Cara meringankan
·           Gunakan body mekanik yang baik untuk mengangkat benda
·           Hindari sepatu atau sandal hak tinggi
·           Hindari mengangkat beban yang berat
·           Gunakan kasur yang keras untuk tidur
·           Gunakan bantal waktu tidur untuk meluruskan punggung
·           Hindari tidur terlentang terlalu lama karena dapat menyebabkan sirkulasi darah menjadi terhambat
Terapi
Jika terlalu parah gunakan penopang abdomen eksternal.
2.3.7.     Leucorrhea
·           Peningkatan sejumlah lendir dan kelenjar endoservical sebagai akibat dari peningkatan kadar estrogen.
·           Perubahan peningkatan sejumlah glikogen pada sel epitel vagina menjadi asam laktat oleh doderlein basilus.
Cara meringankan
·           Tingkatkan kebersihan dengan mandi setiap hari.
·           Memakai pakaian dalam yang terbuat dari katun agar lebih kuat daya serapnya.
·           Hindari pakaian dalam yang terbuat dari nilon.
Terapi
·           Hindari pencucian vagina (douching).
·           Gunakan bedak tabur untuk mengeringkan (polider), tetapi jangan terlalu berlebihan.
·           Cara tradisional : merendam vagina dengan air rebusan daun sirih.
Tanda bahaya
·           Jika sangat banyak,/ berbau menyengat/ warna kuning/ abu-abu (servicitis, vaginitis).
·           Pengeluaran cairan (selaput ketuban pecah).
·           Perdarahan pervagina (abruption plasenta, placenta previa, lesi pada servix/ vagina, bloody show).
2.3.8.     Nocturia (sering BAK)
1.    Trimester I
Peningkatan berat fundus uterus, denganmelembutkan isthmus (tanda hegar) menyebabkan meningkatnya antefleksi membesarnya uterus, yang emnekan langsung kandung kemih.
2.        Trimester III
Terjadi lebih sering pada primigravida (ibu yang baru pertama kali hamil). Bagian terbawah janin menurun ke pelvic dan menyebabkan tekanan langsung pada kandung kemih. Tekanan membuat wanita merasa perlu BAK.
Cara meringankan
·           Penjelasan mengenai terjadinya.
·           Kosongkan saat terasa dorongan untuk BAK.
·           Perbanyak minum pada siang hari.
·           Jangan kurangi minum pada malam hari kecuali jika nocturia mengganggu tidur dan menyebabkan keletihan.
·           Batasi minum bahan diuretic alamiah seperti kpoi, teh, cola dengan kafein dll.
Tanda bahaya wanita hamil menghadapi resiko lebih besar terhadap infeksi saluran kemih dan pyelonephritis karena ginjal dan kandung kemih mengalami perubahan.
2.3.9.     Chloasma gravidarum
·           Terjadi pada trimester II.
·           Kecenderungan genetic peningkatan kadar estrogen dan mungkin progesteron dapat merangsang hormone melanogenic.
Pencegahan
·         Hindari sinar matahari berlebihan selama masa kehamilan.
·         Gunakan bahan pelindung non-alergis.
Terapi farmakologis
·           Hindari penggunaan hydroqinones, karena dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya.
2.3.10.   Diarrhea
·           Terjadi pada trimester I, II, III.
·           Mungkin akibat dari peningkatan hormone.
·           Efek samping dari infeksi virus.
Cara meringankan
·           Cairan pengganti rehidrasi –oral.
·           Hindari makanan berserat tinggi seperti sereal kasar, sayur-sayuran, buah-buahan, laktosa yang mengandung makanan.
·           Makan sedikit tapi sering untuk memastikan kecukupan gizi.
2.3.11.   Edema dependen
·           Terjadi pada trimester II dan III.
·           Peningkatan kadar sodium dikarenakan pengaruh hormonal.
·           Kongesti sirkulasi pada ekstremitas bawah.
·           Peningkatan kadar permeabilitas kapiler.
·           Tekanan dari pembesaran uterus pada vena pelvic ketika duduk/ pada vena kava inferior ketika berbaring.
Cara meringankan atau mencegah
·           Hindari posisi berbaring terlentang.
·           Hindari posisi berdiri untuk waktu lama, istirahat dengan berbaring ke kiri, dengan kaki agak ditinggikan.
·           Angkat kaki ketika duduk/istirahat.
·           Hindari kaos yang ketat/tali/pita yang ketat pada kaki.
·           Lakukan senam secara teratur.
Tanda bahaya
·           Jika muncul pada muka dan tangan dan disertai dengan proteinuria serta hipertensi (waspada preeklampsi/eklampsia).
2.3.12.   Kram  Kaki
·           Biasanya terjadi setelah kehamilan 24 minggu.
·           Dasar fisiologis penyebab masih belum jelas.
·           Bisa terjadi karena :
o     Kekurangan asupan kalsium.
o     Ketidakseimbangan rasio kalsium-fosfor.
o     Pemnbesaran uterus, sehingga memberikan tekanan pada pembuluh dasar pelvic, dengan demikian dapat menurunkan sirkulasi darah ke tungkai bagian bawah.
Cara meringankan
·           Kurangi konsumsi susu (kandungan fosfornay tinggi) dan cari yang high calcium.
·           Berlatih dorsifleksi pada kaki untuk meregangkan otot-otot yang terkena kram.
·           Gunakan penghangat untuk otot.
Terapi
·           Suplementasi dengan garam kalsium yang tidak mengandung fosfor.
·           Gunakan antacid alumunium hidroksida untuk meningkatkan pembentukan fosfor yang tidak melarut.

Tanda bahaya
·           Tanda-tanda thrombophlebitis superficial/ trombosis vena yang dalam
2.3.13.   Insomnia
·         Terjadi mulai pada pertengahan masa kehamilan
·         Disebabkan oleh :
o     Perasaan gelisah, khawatir atau pun bahagia.
o     Ketidaknyamanan fisik seperti membesarnya uterus, pergerakan janin, bangun di tengah malam karena nocturia, dyspnea, heartburn, sakit otot, stress dan cemas.
Cara meringankan
·           Gunakan teknik relaksasi.
·           Mandi air hangat, minum-minuman hangat (susu, the dengan susu) sebelum pergi tidur.
·           Melakukan aktivitas yang tidak menstimulasi sebelum tidur.
Terapi
·         Gunakan antihistamin.
·         Hindari obat-obatan tidur (dapat emlintasi sawar plasenta).
Tanda bahaya
·           Keletihan yang berlebihan.
·           Tanda-tanda depresi.
2.3.14.   Striae  Gravidarum
·           Terjadi pada bulan ke 6-7.
·           Penyebab tidak jelas.
·           Bisa timbul akibat perubahan hormon/gabungan antara perubahan hormone dan peregangan.

Cara meringankan
·           Gunakan emollient topical jika ada indikasinya.
·           Gunakan pakaian yang menopang payudara dan abdomen.
2.3.15.   Hemorrhoids
·           Terjadi pada trimester II dan III.
·           Sering terjadi karena konstipasi.
·           Dukungan yang tidak memadai pada vena hemorrhoid di area anorectal.
·           Kurangnya klep di pembuluh-pembuluh yang berakibat pada perubahan secara langsung pada aliran darah.
·           Progesterone menyebabkan relaksasi dindiong vena dan usus besar.
·           Pembesaran uterus dapat meningkatkan tekanan-tekanan spesifik pada vena hemorrhoid, tekanan mengganggu sirkulasi venous dan menyebabkan kongesti pada vena pelvic.
Cara meringankan/mencegah
·           Menghindari konstipasi.
·           Menghindari ketegangan selama defekasi.
·           Mandi air hangat/kompres hangat, air panas tidak hanya memberikan kenyamanan tapi juga meningkatkan sirkulasi.
·           Kompres es/ garam Epsom.
·           Latihan kegel, untuk mengencangkan otot-otot perineal.
·           Istirahat di tempat tidur dengan panggul diturunkan dan dinaikkan.
2.3.16.   Konstipasi
·           Terjadi pada trimester II dan III.
·           Peningkatan kadar progesterone menyebabkan peristaltic usus menjadi lambat.
·           Penurunan motilitas sebagai akibat dari relaksasi otot-otot polos usus besar.
·           Penyerapan air dari kolon meningkat.
·           Efek samping penggunaan suplemen zat besi.

Cara meringankan
·           Tingkatkan intake cairan, serat di dalam diet seperti: buah/juice prem, minum cairan dingin/panas (terutama ketika perut kosong).
·           Istirahat cukup.
·           Senam/exercise.
·           Membiasakan BAB secara teratur.
·           BAB segera setelah ada dorongan.
Terapi
·           Gunakan pembentuk bahan padat (bongkahan)/emollients. Seperti : supositoria dll.
·           Hindari minyak mineral, lubrikasi, perangsang (stimulant) saline, hiperosmotis, diphenylmethane, castor dll.
Tanda bahaya
·           Rasa nyeri hebat di abdomen, tidak mengeluarkan gas (obstruksi).
·           Rasa nyeri di kuadran kanan bawah (appendicitis).
2.3.17.   Heart  Burn  (Panas  dalam  Perut)
·           Mulai terasa selamatrimester kedua dan makin bertambah bersamaan dengan tambahnya usia kehamilan, hilang saat persalinan.
·           Heart burn istilah lain untuk regurgitasi/refluks.
·           Kandungan asam gastric (asam klorida dalam lambung) pada esophagus bagian bawah oleh peristaltic balik. Keasaman menyebabkan rasa terbakar pada kerongkongan dan tidak enak.
Penyebab
·           Relaksasi cardiac spinkter lambung karena efek meningkatnya jumlah progesterone.
·           Menurunnya motilitas saluran cerna dihasilkan dari relaksasi otot polos, yang kemungkinan karena meningkatnya progesteron dan tekanan uterus.
·           Kehilangan ruang fungsi lambung karena tempatnya digantikan dan ditekan oleh pembesaran uterus.
Cara meringankan
·           Makan porsi kecil tapi sering.
·           Hindari makanan berlemak terlalu banyak, makanan yang digoreng/ makanan yang berbumbu merangsang.
·           Hindari rokok, kopi, alcohol, cokelat (mengiritasi gastric).
·           Hindari berbaring setelah makan.
·           Hindari minuman selain air putih saat makan.
·           Kunyah permen karet.
·           Tidur dengan kaki ditinggikan, sikap tubuh yang baik.
Terapi
·           Gunakan antacid dengan kandungan sodium rendah (kombinasi hidroxida alumunium dan magnesium).
·           Hindari kalsium karena dapat menimbulkan hiperaciditas (peningkatan asam dalam lambung).
·           Hindari sodium bicarbonate, bismuth salicylate.
Tanda bahaya
·         Kehilangan berat badan/keletihan yang amat berat.
·         Nyeri epigastrium disertai sakit kepala hebat, hipertensi dan edema patologis pada trimester III (preeklampsia).
·         Nyeri perut yang hebat (abruption placenta, persalinan prematur, appendicitis).
2.3.18.   Perut  Kembung
·           Terjadi pada trimester II dan III.
·           Motilitas gastrointestinal menurun, menyebabkab terjabdinay perlambatan waktu pengosongan menimbulkan efek peningkatan progesterone pada relaksasi otot polos dan penekanan uterus pada usus besar.
Cara meringankan
·         Hindari makanan yang mengandung gas.
·         Mengunyah makanan secara sempurna.
·         Pertahankan kebiasaan BAB yang teratur.
·         Posisi knee chest (posisi seperti sujud tapi dada ditempelkan ke lantai) hal ini dapat membantu ketidaknyamanan dari gas yang tidak keluar.
2.3.19.   Sakit  Kepala
·           Biasa terjadi pada trimester II dan III.
·           Akibat kontraksi otot/spasme otot (leher, bahu dan penegangan pada kepala), serta keletihan.
·           Tegangan mata sekunder terhadap perubahan okuler, dinamika cairan syaraf yang berubah.
Cara meringankan
·           Teknik relaksasi.
·           Memassase leher dan otot bahu.
·           Penggunaan kompres panas/es pada leher.
·           Istirahat.
·           Mandi air hangat.
Terapi
·           Gunakan paracetamol.
·           Hindari aspirin, ibuprofen, narcotics, sedative/hipnotik.
Tanda bahaya
·           Bila bertambah berat atau berlanjut.
·           Jika disertai dengan hipertensi dan proteinuria (preeklampsi).
·           Jika ada migraine.
·           Penglihatan berkurang atau kabur.

2.3.20.   Dispareunia (rasa sakit pada saat berhubungan seksual)
·           Terjadi selama kehamilan.
·           Akibat pembesaran uterus, hal ini menyebabkan penurunan sirkulasi, pelvic/vagina kongesti.
·           Masalah fisik mungkin disebabkan oleh pembesaran abdomen/masuknya bagian terbawah janin ke dalam pelvic.
·           Faktor psikologis : miskonsepsi dan takut menyakiti janin.
Cara mengurangi
·           Perubahan posisi, hal ini akan meredakan masalah yang disebabkan oleh pembesaran abdomen/rasa sakit dari penetrasi yang dalam.
·           Diskusi miskonsepsi dan ketakutan, agar wanita tidak khawatir berlebihan.
·           Kedua pasangan sebaiknya membuka informasi pada cara alternative untuk kepuasan seksual masing-masing.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar