Laman

Cari Blog Ini

Memuat...

Minggu, 24 Maret 2013

Prinsip pengembangan karir bidan dikaitkan dengan peran,fungsi,dan tanggung jawab bidan


Prinsip pengembangan karir bidan dikaitkan dengan peran,fungsi,dan tanggung jawab bidan(2)
Peran,fungsi bidan dalam pelayanan kebidanan adalah sabagai pelaksana, pengelola, pendidik, dan peneliti.

2.3.1 Sebagai pelaksana
Sebagai pelaksana, bidan melaksanakannya sebgai tugas mandiri, kolaborasi / kerjasama dan ketergantungan.
1.    TUGAS MANDIRI :
a.    Menerapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan yang diberikan.
b.   Memberikan pelayanan pada anak dan wanita pra nikah dengan melibatkan Klien.
c.    Memberikan asuhan kebidanan kepada klien selama kehamilan normal.
d.   Memberikan asuhan kebidanan kepada klien dalam masa persalinan dengan melibatkan klien / keluarga.
e.    Memberikan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir
f.    Memberikan asuhan kebidanan pada klien dalam masa nifas dengan melibatkan klien / keluarga
g.   Memberikan asuhan kebidanan pada wanita usia subur yang membutuhkan pelayanan keluarga berencana
h.   Memberikan asuhan kebidanan pada wanita dengan gangguan sistem reproduksi dan wanita dalam masa klimakterium dan menopause
i.     Memberikan asuhan kebidanan pada bayi, balita dengan melibatkan keluarga

2.   TUGAS KOLABORASI
a.    Menerapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan sesuai fungsi kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga
b.   Memberikan asuhan kebidana pada ibu hamil dengan resiko tinggi dan pertolongan pertama pada kegawatan yang memerlukan tindakan kolaborasi
c.    Memberikan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan dengan resiko tinggi dan keadaan kegawatan yang memerlukan pertolongan pertama dengan tindakan kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga.
d.   Memberikan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa nifas dengan resiko tinggi dan pertolongan pertama dalam keadaan kegawat daruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi dengan klien dan keluarga
e.    Memberikan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan resiko tinggi dan yang mengalami komplikasi serta kegawat daruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi dengan melibatkan keluarga.
f.    Memberikan asuhan kebidanan pada balita dengan resiko tinggi dan yang mengalami komplikasi atau kegawatan yang memerlukan tindakan kolaborasi dengan melibatkan keluarga.

3.  TUGAS KETERGANTUNGAN / MERUJUK
a.    Menerapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan sesuai dengan fungsi keterlibatan klien dan keluarga
b.   Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada ibu hamil dengan resiko tinggi dan kegawat daruratan
c.    Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada masa persalinan dengan penyulit tertentu dengan melibatkan klien dan keluarga
d.   Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada ibu masa nifas dengan penyulit tertentu dengan melibatkan klien dan keluarga
e.    Memberikan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan kelainan tertentu dan kegawatan yang memerlukan konsultasi dan rujukan dengan melibatkan keluarga
f.    Memberikan asuhan kebidanan kepada anak balita dengan kelainan tertentu dan kegawatan yang memerlukan konsultasi dan rujukan dengan melibatkan klien / keluarga

2.3.2. Sebagai pengelola
a)    Mengembangkan pelayanan dasar kesehatan terutama pelayanan kebidanan untuk individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat di wilayah kerja dengan melibatkan masyarakat / klien.
1. Bersama tim kesehatan dan pemuka masyarakat mengkaji kebutuhan terutama yang berhubungan dengan kesehatan ibu dan anak untuk meningkatkan dan mengembangkan program pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya.
2.  Menyusun rencana kerja sesuai dengan hasil pengkajian dengan mayarakat.
3.  Mengelola kegiatan – kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat khususnya kesehatan ibu dan anak serta KB sesuai dengan program.
4.  Mengkoordinir, mengawasi dalam melaksanakan program / kegiatan pelayanan kesehatan ibu dan anak serta KB
5. Mengembangkan strategi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat khususnya kesehatan ibu dan anak serta KB termasuk pemanfaatan sumber – sumber yang ada pada program dan sektor terkait.
6. Mengerakkan, mengembangkan kemampuan masyarakat dan memelihara kesehatannya dengan memanfaatkan potensi – potensi yag ada.
7.  Mempertahankan, meningkatkan mutu dan kegiatan – kegiatan dalam kelompok p[rofesi.
8.    Mendokumentasikan seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan.

b) Berpartisipasi dalam tim untuk melaksanakan program kesehatan dan sektor lain di wilayah kerjanya melalui peningkatan kemampuan dukun bayi, kader kesehatan dan tenaga kesehatan lain yang berada di bawah bimbingan dalam wilayah kerjanya.
1.  Bekerjasama dengan puskesmas, institusi sebagai anggota tim dalam memberikan asuhan kepada klien dalam bentuk konsultasi rujukan dan tindak lanjut.
2.  Membina hubungan baik dengan dukun, kader kesehatan / PLKB dan masyarakat
3.  Memberikan pelatihan, membimbing dukun bayi, kader dan petugas kesehatan ain.
4. Memberikan asuhan kepada klien rujukan dari dukun bayi
5.  Membina kegiatan – kegiatan yang ada di masyarakat yang berkaitan dengan kesehatan.

2.3.3   Sebagai pendidik
a) Memberikan pendidikan dan penyuluhan kesehatan kepada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat tentang penanggulangan masalah kesehatan khususnya yang berhubungan dengan pihak terkait kesehatan ibu, anak, dan keluarga berencana.
1.  Bersama klien pengkaji kebutuhan akan pendidikan dan penyuluhan kesehatan masyarakat khususnya dalam bidang kesehatan ibu, anak dan keluarga berencana.
2.  Bersama klien pihak terkait menyusun rencana penyuluhan kesehatan masyarakat sesuai dengan kebutuhan yang telah dikaji, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.
3. Menyiapkan alat dan bahan penddikan dan penyuluhan sesuai dengan rencana yang telah disusun.
4.  Melaksanankan program / rencana pendidikan dan penyuluhan kesehatan masyarakat sesuai dengan rencana jangka pendek dan jangka panjang melibatkan unsur – unsur yang terkait termasuk masyarakat.
5. Bersama klien mengevaluasi hasil pendidikan / penyuluhan kesehatan masyarakat dan menggunakannya untuk memperbaiki dan meningkatkan program dimasa yang akan datang.
6.  Mendokumentasikan semua kegiatan dan hasil pendidikan / penyuluhan kesehatan masyarakat secara lengkap dan sistematis.

b) Melatih dan membimbing kader termasuk siswa bidan serta membina dukun di wilayah atau tempat kerjanya.
1. Mengkaji kebutuhan latihan dan bimbingan kader, dukun dan siswa
2.  Menyusun rencana latihan dan bimbingan sesuai dengan hasilm pengkajian
3.  Menyiapkan alat, dan bahan untuk keperluan latihan bimbingan peserta latih sesuai dengan rencana yang telah disusun
4. Melaksanakan pelatihan dukun dan kader sesuai dengan rencana yang telah disusun dengan melibatkan unsur – unsur terkait
5. Membimbing siswa bidan dalam lingkup kerjanya
6. Menilai hasil latihan dan bimbingan yang telah diberikan
7.  Menggunakan hasil evaluasi untuk meningkatkan program  bimbingan
8.  Mendokumentasikan semua kegiatan termasuk hasil evaluasi pelatihan dan bimbingan secara sistematis dan lengkap.

2.3.4 Sebagai peneliti
Melakukan investigasi atau penelitian terapan dalam bidang kesehatan baik secara mandiri maupun secara kelompok.
a.    Mengidentifikasi kebutuhan investigasi yang akan dilakukan
b.    Menyusun rencana kerja pelatihan
c.    Melaksanakan investigasi sesuai dengan rencana
d.   Mengolah dan menginterpretasikan data hasil investigasi
e.    Menyusun laporan hasil investigasi dan tindak lanjut
f.     Memanfaatkan hasil investigasi untuk mningkatkan dan mengembangkan program kerja atau pelayanan kesehatan.

2.3.5                 Tanggung jawab bidan
o Konseling
·  Remaja putri
·   Pranikah
·   Prahamil
·   Ibu hamil
·   Ibu bersalin
·   Ibu nifas
·   Klimakterium
·   Menopause

o Pelayanan kebidanan normal
·      Kehamilan
·      Bersalin
·      Nifas
·      Pemeriksaan fisik
·      Senam hamil
·      Pengendalian anemia
·      Amniotoni
·      Uterotonika
·      ASI eksklusif

o Pelayanan kebidanan abnormal
·  Hamil: abortus imminens.hiperemisis tingkat I , pre eklamsi, anemia, suntikan penyulit
·  Persalinan: Letak sungsang, KPD tanpa infeksi, HPP, laserasi,dan Distosia
·  Pertolongan nifas abnormal: Retensio plasenta, renjatdan infeksi, plasenta manual, jaringan konsepsi,kompresi bimanual, uterotonik kala III + IV
·  Ginekologi : Keputihan, penundaan haid, rujukan.

o Pelayanan kebidanan pada anak Intranatal
·  Hipotermi
·  Kontak dini
·  ASI eksklusif
·  Perawatan tali pusat
·  Resusitasi pada bayi asfiksia
·  Minum sonde dan pipet
·  Tsimulasi tumbuh kembang
·  Imunisasi lengkap
·  Pengobatan ringan pada penyakit ringan

o Pelayanan KB
·  Penanganan efek samping
·  Pemberian alat kontrasepsi sesuai pilihan
·  Suntik pil
·  Pasang AKBK
·  Lepas AKBK tanpa penyulit
·  Penyuluhan IMS dan narkoba
·  Pelayanan kesehatan masyarakat
·  Pembinaan peran serta

o Pelayanan kebidanan komunitas
·  Deteksi dini
·  Deteksi dini, pertolongan I rujuk, IMS,narkoba, (NAFZA)
·  Pertolongan I narkoba

Dapat disimpulkan semakin tinggi pendidikan karir seorang bidan maka semakin berat peran fungsi dan tanggung jawab seorang bidan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar